| Sinopsis
|
Saat kembali menjumpai Anisa, teman kuliahnya, Bagas harus mengangkat topi untuk prestasi dan karier gadis itu. Sementara ia telanjur terjebak dalam berbagai kesibukan kampus, sehingga kuliahnya tak kunjung kelar. Ia pun menerima tawaran Anisa untuk menggarap penelitian skripsi di Wakatobi. Anehnya, ketika ia memutuskan hendak menampilkan foto-foto metamorfosis Wa Dambe si gadis Bajo yang berhasil terbebas dari buta aksara sebagai tema fotonya dalam lomba fotografi, tiba-tiba Anisa merasa kariernya sebagai aktivis gender terancam. Anisa menuduh Bagas telah mengeskploitasi gadis Bajo yang tak lain adalah saudara angkatnya itu. Genderang perang pun tertabuh. Meretakkan kedekatan jalinan hubungan yang terajut sekian lama. Bagas tak peduli. Tapi, saat Wa Dambe ketahuan hamil, ia semakin tersudut. Dan, ketika gadis Bajo itu ingin mengakhiri hidupnya dengan seutas tali, Bagas berjanji untuk menikahinya. Sementara itu, saat mendekati puncak karier, Anisa malah memilih meninggalkan kehidupan urban Jakarta dan memutuskan pulang ke tanah kelahirannya untuk membangun Wakatobi. Bagas pun semakin terjebak dalam romantisme kehidupan dua perempuan Wakatobi. |
|